Kesalahan Pick yang Sering Menyebabkan Draft Kalah - Halo, Sobat science year!
Kamu pasti pernah masuk ke draft pick dan langsung merasa: “Wah, ini draft tim gue bakal berat banget di in-game…” Masalahnya bukan pada mekanik, bukan juga pada keberuntungan—sering kali penyebab utama adalah kesalahan pick yang membuat draft kehilangan arah, synergy lemah, atau counter musuh terlalu kuat.
Untuk menghindari jebakan yang sama, kita perlu membedah beberapa kesalahan fundamental yang paling sering merusak draft. Kita ulas satu per satu sambil menguji asumsi umum yang sering menyesatkan pemain.
1. Memaksa Hero Comfort meski Tidak Masuk Draft
Banyak pemain berasumsi bahwa hero andalan mereka selalu pilihan aman. Padahal, comfort pick hanya benar-benar kuat jika:
- Musuh tidak punya hard counter
- Draft timmu masih butuh tipe hero tersebut
- Komposisi tidak jadi timpang
Masalahnya:
Ketika musuh sudah pick counter jelas, atau tim butuh role berbeda, tetap memaksakan comfort pick hanya memperbesar peluang kalah.
Kritik terhadap asumsi pemain:
Mereka mengira mekanik tinggi bisa menutupi mismatch draft, padahal di rank tinggi mekanik tidak cukup kalau komposisinya lemah secara struktural.
2. Mengambil Hero Tanpa Melihat Win Condition Tim
Banyak pemain tidak memikirkan: “Gimana cara timku menang di mid/late?”
Mereka hanya pick hero yang “lagi meta” tanpa mengaitkannya dengan arah permainan.
Contoh kesalahan:
- Tim butuh frontliner → kamu pick assassin
- Tim butuh scaling → kamu pick early fighter
- Tim butuh engage → pick mage pasif
Akibatnya:
Draft kehilangan identitas, sehingga gameplay tidak punya kejelasan: mau agresif sulit, mau late game kalah scaling, mau objektif tidak ada pengatur temponya.
3. Pick Hero Tanpa Memperhitungkan Jejeran Counter Musuh
Beberapa pemain hanya melihat satu hero musuh, padahal counter itu bersifat kolektif.
Contoh:
Kamu pick assassin padahal musuh punya:
- Hero CC panjang
- Roamer tank keras
- High ground kuat
Ini bukan sekadar “satu musuh counter aku,” tetapi keseluruhan komposisi musuh membuat hero-mu tidak punya ruang.
Kesalahan pemikiran yang sering terjadi:
Pemain merasa bisa “outplay” counter, padahal counter komposisi bukan soal mekanik, tetapi soal limitasi desain hero.
4. Tidak Melihat Keseimbangan Damage Tim
Draft yang baik butuh proporsi damage yang jelas:
- Ada magic damage yang kuat
- Ada physical damage yang konsisten
- Ada burst dan sustained damage
Kesalahan yang sering muncul:
- Semua pick physical → tank musuh jadi sangat efisien
- Semua pick burst → teamfight panjang kalah
- Semua scaling → early game auto ditekan
Kritik:
Banyak pemain terlalu fokus pada power hero masing-masing dan lupa bahwa damage distribution adalah tulang punggung draft.
5. Mengabaikan Hero Power Spike
Setiap hero punya waktu kuat berbeda:
- Early spike: Paquito, Mathilda, Jawhead
- Mid spike: Lancelot, Kadita, Lunox
- Late spike: Claude, Cecilion, Moskov
Kesalahan fatal terjadi ketika draft memadukan terlalu banyak hero yang:
- Sama-sama late game → early auto kalah
- Sama-sama early game → kalau gagal snowball langsung hancur
- Spike tidak sinkron → rotasi jadi kacau
Perspektif alternatif:
Kadang bukan heronya yang buruk, tapi kombinasi timing yang tidak selaras.
6. Memilih Hero Tanpa Sumber Engage atau Disengage
Setiap tim idealnya punya salah satu atau kombinasi:
- Engage kuat (Atlas, Tigreal, Ruby)
- Disengage (Diggie, Valir, Angela)
- Peel (Estes, Rafaela, Lolita)
Kesalahan draft yang umum:
- Tidak ada yang bisa mulai teamfight → musuh bebas pilih momen
- Tidak ada yang bisa hentikan dive → marksman jadi korban
Kerentanan ini sering tidak disadari karena pemain terlalu fokus pada damage, bukan pada kontrol.
7. Pick yang Egois dan Tidak Sinergis dengan Komposisi Tim
Ini kesalahan paling manusiawi:
Pemain ingin kill banyak → pick assassin
Pemain ingin farming nyaman → pick marksman walau tim sudah punya dua
Pemain ingin main cepat → pick roamer agresif padahal tim butuh tank murni
Dampak:
Draft jadi tidak punya fondasi kuat, terutama pada role yang menentukan ritme seperti jungler atau roamer.
Analisis kritis:
Pikiran seperti “aku bisa carry sendiri” sering berasal dari bias overconfidence yang mengabaikan pentingnya komposisi tim.
8. Tidak Mengantisipasi High Ground Musuh
Musuh punya:
- Yve
- Pharsa
- Cecilion
- Xavier
Tapi tim tetap pick:
- Hero yang butuh masuk dalam radius tembakan
- Hero tanpa engage cepat
- Hero tanpa flank
Hasil akhirnya:
Loncat sedikit kena zoning. Mau masuk tidak bisa. Mau defense malah digerus pelan-pelan.
Kesalahan seperti ini sering terjadi karena pemain tidak menghormati potensi high ground control.
9. Pick Tanpa Memperhitungkan Mobilitas Musuh
Ketika musuh punya banyak hero mobilitas tinggi, misalnya:
- Fanny
- Ling
- Benedetta
- Lancelot
Tim malah pick:
- Hero tanpa CC cepat
- Mage dengan animasi berat
- Marksman statis
Ini membuat musuh bergerak bebas di map tanpa ancaman yang berarti.
Kesalahan berpikir:
Pemain merasa “yang penting damage besar,” padahal lawan bahkan tidak bisa disentuh.
10. Tidak Menyediakan Answer untuk Objectif Control
Lord dan Turtle tidak bisa diamankan hanya dengan damage. Butuh:
- Zoning (tank/roamer)
- Burst retri (jungler)
- High DPS area
- Vision control
Kesalahan pick, seperti:
- Jungler non-retri
- Roamer tanpa CC
- Mage yang hanya single-target
membuat objektif menjadi mustahil untuk diamankan tanpa mengorbankan banyak nyawa.
Kesimpulan
Kesalahan pick bukan masalah rank rendah saja; bahkan di tier tinggi, draft yang buruk tetap menghancurkan potensi tim. Kuncinya adalah:
- Lihat komposisi musuh dan synergy tim, bukan hanya comfort hero.
- Pastikan damage distribusi seimbang.
- Perhatikan power spike agar timing tim sinkron.
- Sediakan engage, peel, atau disengage sesuai kebutuhan komposisi.
- Pikirkan win condition sejak awal, bukan setelah game berjalan.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini, kamu bakal jauh lebih siap dalam draft, dan peluang menang pun meningkat secara signifikan.
